pasopati

Tuesday, May 09, 2006

Resistensi Akut

Salah satu bentuk majas atau gaya bahasa yang sering dipergunakan orang adalah majas repetisi. Gaya bahasa pengulangan terhadap sebuah kata atau kalimat yang menyiratkan makna yang ingin lebih ditekankan oleh orang tersebut. Dengan pengulangan, maka pembaca atau pendengar akan lebih awas terhadap kata mau pun kalimat yang ingin ditekankan oleh sang penulis atau pembawa berita.
Pun sama dengan perilaku hidup manusia sehari-hari. Kegiatan yang berulang-ulang dilakukan akan menimbulkan keterbiasaan dalam diri seseorang. Misalnya, saya biasa menaiki bus umum dari rumah ke kantor. Pada awalnya, mungkin hal yang aneh karena memang saya teramat jarang menaiki bus umum. Namun kelamaan, perasaan aneh tersebut hilang dan berganti perasaan biasa-biasa saja. Lain contoh, dulu ketika pertama masuk ITB, saya merasakan ekspektasi diri saya dan orang lain sangat tinggi. Tapi setelah dua, tiga tahun kuliah saya berjalan, ya biasa-biasa saja.
Pengulangan, karena sifatnya yang membuat keterbiasaan, juga berpotensi menimbulkan resistensi atau daya tahan. Hal ini nampak jelas dalam kasus inovasi pestisida. Pestisida, atau obat pembasmi hama, memiliki umur yang relatif tidak terlalu lama dan harus terus diperbaharui. Hama memiliki resistensi karena sudah terbiasa disemprot dengan pestisida jenis tertentu. Hama tersebut berevolusi menghasilkan zat-zat kimiawi yang mampu membendung zat-zat racun dari pestisida tadi. Tentu saja awalnya hama-hama tersebut tidak mampu melawan pestisida dan mati. Namun setelah beberapa lama, keturunannya mampu berevolusi.
Keterbiasaan, dan dilanjutkan dengan resistensi, adalah beberapa hasil dari pengulangan. Perbuatan yang dilakukan berulang-ulang pun membawa dampak bagi perilaku kehidupan manusia sehari-hari. Bagaimana bila perbuatan yang diulang-ulang itu buruk? Hasilnya perasaan biasa-biasa saja ketika melakukan hal buruk tersebut dan resistensi yang timbul adalah resistensi terhadap nilai-nilai moral yang ideal. Kebiasaan melakukan hal yang buruk telah membunuh "zat-zat kimiawi" yang akrab dengan nilai-nilai moral ideal. Bagaimana bila perbuatan yang diulang-ulang itu baik? Hasilnya adalah perasaan biasa-biasa saja ketika melakukan suatu hal mulia, bahkan hal tersebut dapat menjadi kebiasaannya. Resistensi yang timbul adalah resistensi terhadap nilai-nilai moral yang buruk. Hal ini disebabkan kebiasaan telah menghancurkan "zat-zat kimiawi" yang akrab dengan nilai-nilai moral yang buruk.
Dalam interaksi sosial manusia, lingkungan sekitarnyalah yang berperan menyajikan pilihan-pilihan perbuatan. Seseorang dapat memilih perbuatan baik atau perbuatan buruk yang ia mau lakukan secara berulang. Dan sayangnya, di banyak lingkungan di negeri tercinta ini, sajian pilihan begitu terbatas. Mayoritas sajian adalah perbuatan-perbuatan yang tidak bisa dikatakan baik. Dan masyarakat harus menerima itu (live with it).
Mulai dari korupsi berkelanjutan (sustainability corruption) lembaga peradilan hingga baku-hantam di gedung dewan yang terhormat. Mulai dari sajian pronografi yang meluas hingga kemunafikan yang jelas terekspos dalam tayangan rally bernaman infotainment. Paket pilihan dalam perbuatan-perbuatan baik nyaris tidak ada. Atau, kalau pun ada, maka kebanyakan panggung media cenderung enggan memberikan ruang. Hal ini menyebabkan timbulnya resistensi akut masyarakat terhadap nilai-nilai kebaikan. Melakukan hal baik adalah sebuah keanehan. Melakukan hal buruk? Lho udah biasa tho?! Satu-satunya jalan menghancurkan resistensi akut ini adalah dengan memperbaiki diri dan lantas bergerak mengubah paradigma masyarakat. Bagaimana caranya? Tentu setiap diri, yang merasa memiliki beban tanggung jawab ini punya, jawaban masing-masing...
Wallahu'alambishawwab

Labels:

8 Comments:

  • sah sudah!

    di bappenas emang banyak waktu luang sehingga blogger2 baru betebaran di gedung ini...:p

    By Blogger Awan Diga Aristo, at 9:22 AM  

  • agung...

    ahirnya punya blog mas, welcome to blog's world!

    ikut menghidupkan lentera kecil dalam rumah besar kita.

    By Blogger Trian Hendro A., at 5:28 AM  

  • SELAMAT DATANG DI DUNIA BLOG!!!!!!!!

    ngata-ngatain gue aja kerjaannya tukang ngeblog...nyatanya masuk sendiri tanpa diminta...gimane sih...

    SOLUSINYA ADALAH REVOLUSI!!!!!!!

    By Blogger Elkana Catur, at 11:41 AM  

  • To trian : alhamdulillah... semoga!

    To y=r :
    Iye bos.. Kan gw engga bilang ga mau nge-blog.. Revolusi? Revolusi moral sih iya! Tapi gw lebih percaya reformasi "sepenuh" hati.

    By Blogger agung, at 9:00 AM  

  • resistensi kepada kebaikan?hmmm...zalim itu namanya, mengingkari fitrah. Gak resisten kali, meungkin hanya 'aneh' atau 'heran' aja.
    Selamat nge-blog!

    By Blogger Lucky, at 12:20 PM  

  • salam kangen bos =)

    By Anonymous Anonymous, at 3:33 AM  

  • Cool blog, interesting information... Keep it UP Audi upgrades Avian influenza tamiflu

    By Anonymous Anonymous, at 9:54 AM  

  • Very cool design! Useful information. Go on! » » »

    By Anonymous Anonymous, at 6:05 PM  

Post a Comment

<< Home