pasopati

Friday, May 05, 2006

Merumuskan Konsep GENTLEMAN

Ketika berbicara kesetaraan gender, maka ada beberapa hal yang kerap mengusik pikiran saya. Secara kodrati, pria dan wanita berbeda (dan yang ada di antara dua itu adalah kesalahan yang harus diluruskan dengan penuh kesabaran). Fisik dan komprehensifitas pemikiran ala pria bergabung dengan emosi dan kelembutan ala wanita. Konsep, yang dipahami oleh bangsa Cina sebagai yin-yang, kerjasama yang ideal dan sempurna.
Memahami perbedaan seperti itu, jelas ada pembagian tugas dalam kehidupan sehari-hari…
Saya tidak bermaksud menguraikan secara panjang lebar pembagian peran dan tugas keseharian antar gender itu. Saya hanya mencoba menyatakan pemahaman saya akan konsep Gentleman yang seringkali dimanifestasikan dalam kalimat : ”Ladies first...”
Bukannya ndak setuju dengan perkataan ”ladies first...”, bukan pula ndak mengakui kehormatan wanita yang acapkali melahirkan putra-putra yang mampu merubah zaman..
Cuma, ya mau gimana ”ladies first...” jika dalam beberapa kondisi memang tidak memungkinkan.. Kondisi apa? Kondisi turun angkot misalnya... ”ladies first...” memiliki konsekuensi saya akan dengan leluasa melihat bagian belakang (maaf) wanita yang akan turun sebelum saya, walau secara bersamaan yang bersangkutan berusaha menutupi bagian belakang pakaiannya dengan memegang ujung bajunya.
Kondisi berjalan di belakang wanita untuk waktu lama adalah contoh lain. Sejauh pengamatan saya, banyak kaum pria yang amat enjoy berjalan di belakang kaum wanita, tiada lain dengan maksud mengagumi bagian (maaf lagi...) belakang wanita. ”ladies first...” kembali bermakna ambigu. Mana yang lebih dihormati : mereka yang mengendap-endap di belakang kaum hawa sambil menikmati bagian yang di atas tadi (saya enggan mengulang maaf lagi...) dan bersembunyi di balik kata ”ladies first...” atau mereka yang berusaha menjaga kehormatannya dan wanita di depannya dengan berusaha berjalan mendahuluinya (layaknya Nabi Musa as.)?
Pun di sisi lain, ”ladies first...” dapat bermakna penghormatan di mana contohnya ada pada kasus memberi tempat duduk pada wanita di kendaraan umum (seperti bus-bus yang seringkali overload dan kereta-kereta yang penuh sesak). Sayangnya, hal ini jarang saya lihat.
ladies first...” bermakna penghormatan bila setiap acara yang melibatkan pria dan wanita senantiasa diadakan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan wanita dalam rangka perbedaan kodratinya dengan pria.
ladies first...”; sebuah rangkaian kata yang seringkali disalahartikan, bukan hanya oleh kaum pria, bahkan kaum wanita sekali pun...

Wallahu’alambishawwab
(26 April 2006)

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home